Wednesday, April 26, 2017

COBIT

COBIT

Control Objective for Information & Related Technology (COBIT) adalah sekumpulan dokumentasi best practice untuk IT Governance yang dapat membantu auditor, pengguna (user), dan manajemen, untuk menjembatani gap antara resiko bisnis, kebutuhan kontrol dan masalah-masalah teknis IT (Sasongko, 2009).
COBIT mendukung tata kelola TI dengan menyediakan kerangka kerja untuk mengatur keselarasan TI dengan bisnis. Selain itu, kerangka kerja juga memastikan bahwa TI memungkinkan bisnis, memaksimalkan keuntungan, resiko TI dikelola secara tepat, dan sumber daya TI digunakan secara bertanggung jawab (Tanuwijaya dan Sarno, 2010).
COBIT merupakan standar yang dinilai paling lengkap dan menyeluruh sebagai framework IT audit karena dikembangkan secara berkelanjutan oleh lembaga swadaya profesional auditor yang tersebar di hampir seluruh negara. Dimana di setiap negara dibangun chapter yang dapat mengelola para profesional tersebut.

Kerangka Kerja COBIT

Kerangka kerja COBIT terdiri atas beberapa arahan/pedoman, yakni:
  • Control Objectives
Terdiri atas 4 tujuan pengendalian tingkat-tinggi (high-level control objectives) yang terbagi dalam 4 domain, yaitu : Planning & Organization , Acquisition & Implementation Delivery & Support , dan Monitoring & Evaluation.
  • Audit Guidelines
Berisi sebanyak 318 tujuan-tujuan pengendalian yang bersifat rinci (detailed control objectives) untuk membantu para auditor dalam memberikan management assurance dan/atau saran perbaikan.
  • Management Guidelines
Berisi arahan, baik secara umum maupun spesifik, mengenai apa saja yang mesti dilakukan, terutama agar dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut :
v  Sejauh mana TI harus bergerak atau digunakan, dan apakah biaya TI yang dikeluarkan sesuai dengan manfaat yang dihasilkannya.
v  Apa saja indikator untuk suatu kinerja yang bagus.
v  Apa saja faktor atau kondisi yang harus diciptakan agar dapat mencapai sukses ( critical success factors ).
v  Apa saja risiko-risiko yang timbul, apabila kita tidak mencapai sasaran yang ditentukan.
v  Bagaimana dengan perusahaan lainnya, apa yang mereka lakukan.
v  Bagaimana mengukur keberhasilan dan bagaimana pula membandingkannya.
Manfaat dan Pengguna COBIT
Secara manajerial target pengguna COBIT dan manfaatnya adalah :
  • Direktur dan Eksekutif
Untuk memastikan manajemen mengikuti dan mengimplementasikan strategi searah dan sejalan dengan TI.
  • Manajemen
v  Untuk mengambil keputusan investasi TI.
v  Untuk keseimbangan resiko dan kontrol investasi.
v  Untuk benchmark lingkungan TI sekarang dan masa depan.
  • Pengguna
Untuk memperoleh jaminan keamanan dan control produk dan jasa yang dibutuhkan secara internal maupun eksternal.
  • Auditors
v  Untuk memperkuat opini untuk manajemen dalam control internal.
v  Untuk memberikan saran pada control minimum yang diperlukan.
Frame Work COBIT
COBIT dikeluarkan oleh IT Governance Institute (ITGI). COBIT digunakan untuk menjalankan penentuan atas IT dan meningkatkan pengontrolan IT. COBIT juga berisi tujuan pengendalian, petunjuk audit, kinerja dan hasil metrik, faktor kesuksesan dan maturity model.
Lingkup kriteria informasi yang sering menjadi perhatian dalam COBIT adalah:
  • Effectiveness
Menitikberatkan pada sejauh mana efektifitas informasi dikelola dari data-data yang diproses oleh sistem informasi yang dibangun.
  • Efficiency
Menitikberatkan pada sejauh mana efisiensi investasi terhadap informasi yang diproses oleh sistem.
  • Confidentiality
Menitikberatkan pada pengelolaan kerahasiaan informasi secara hierarkis.
  • Integrity
Menitikberatkan pada integritas data/informasi dalam sistem.
  • Availability
Menitikberatkan pada ketersediaan data/informasi dalam sistem informasi.
  • Compliance
Menitikberatkan pada kesesuaian data/informasi dalam sistem informasi.
  • Reliability
Menitikberatkan pada kemampuan/ketangguhan sistem informasi dalam pengelolaan data/informasi.
Sedangkan fokus terhadap pengelolaan sumber daya teknologi informasi dalam COBIT adalah pada :
  • Applications
  • Information
  • Infrastructure
  • People
Dalam menyediakan informasi yang dibutuhkan perusahaan untuk mencapai tujuan organisasi, COBIT memiliki karakteristik :
  • Business-focused
  • Process-oriented
  • Controls-based
  • Measurement-driven
COBIT mengelompokkan semua aktivitas bisnis yang terjadi dalam organisasi menjadi 34 proses yang terbagi ke dalam 4 buah domain proses, meliputi :
  • Planning & Organization.
Domain ini menitikberatkan pada proses perencanaan dan penyelarasan strategi TI   dengan strategi perusahaan, mencakup masalah strategi, taktik dan identifikasi tentang bagaimana TI dapat memberikan kontribusi maksimal terhadap pencapaian tujuan bisnis organisasi sehingga terbentuk sebuah organisasi yang baik dengan infrastruktur teknologi yang baik pula.
Domain ini mencakup :
v  PO1 – Menentukan rencana strategis
v  PO2 – Menentukan arsitektur informasi
v  PO3 – Menentukan arah teknologi
v  PO4 – Menentukan proses TI, organisasi dan hubungannya
v  PO5 – Mengelola investasi TI
v  PO6 – Mengkomunikasikan tujuan dan arahan manajemen
v  PO7 – Mengelola sumber daya manusia
v  PO8 – Mengelola kualitas
v  PO9 – Menilai dan mengelola resiko TI
v  PO10 – Mengelola proyek
  • Acquisition & Implementation.
Domain ini berkaitan dengan implementasi solusi IT dan integrasinya dalam proses bisnis organisasi untuk mewujudkan strategi TI, juga meliputi perubahan dan maintenance yang dibutuhkan sistem yang sedang berjalan untuk memastikan daur hidup sistem tersebut tetap terjaga.
Domain ini meliputi:
v  AI1 – Mengidentifikasi solusi yang dapat diotomatisasi.
v  AI2 – Mendapatkan dan maintenance software aplikasi.
v  AI3 – Mendapatkan dan maintenance infrastuktur teknologi
v  AI4 – Mengaktifkan operasi dan penggunaan
v  AI5 – Pengadaan sumber daya IT.
v  AI6 – Mengelola perubahan
v  AI7 – Instalasi dan akreditasi solusi dan perubahan.
  • Delivery & Support.
Domain ini mencakup proses pemenuhan layanan IT, keamanan sistem, kontinyuitas layanan, pelatihan dan pendidikan untuk pengguna, dan pemenuhan proses data yang sedang berjalan.
Domain ini meliputi :
v  DS1 – Menentukan dan mengelola tingkat layanan.
v  DS2 – Mengelola layanan dari pihak ketiga
v  DS3 – Mengelola performa dan kapasitas.
v  DS4 – Menjamin layanan yang berkelanjutan
v  DS5 – Menjamin keamanan sistem.
v  DS6 – Mengidentifikasi dan mengalokasikan dana.
v  DS7 – Mendidik dan melatih pengguna
v  DS8 – Mengelola service desk dan insiden.
v  DS9 – Mengelola konfigurasi.
v  DS10 – Mengelola permasalahan.
v  DS11 – Mengelola data
v  DS12 – Mengelola lingkungan fisik
v  DS13 – Mengelola operasi.
  • Monitoring and Evaluation.
Domain ini berfokus pada masalah kendali-kendali yang diterapkan dalam organisasi, pemeriksaan intern dan ekstern dan jaminan independent dari proses pemeriksaan yang dilakukan.
Domain ini meliputi:
v  ME1 – Mengawasi dan mengevaluasi performansi TI.
v  ME2 – Mengevaluasi dan mengawasi kontrol internal
v  ME3 – Menjamin kesesuaian dengan kebutuhan eksternal.
v  ME4 – Menyediakan IT Governance.
COBIT Maturity Model
COBIT menyediakan parameter untuk penilaian setinggi dan sebaik apa pengelolaan IT pada suatu organisasi dengan menggunakan maturity models yang bisa digunakan untuk penilaian kesadaran pengelolaan (management awareness) dan tingkat kematangan (maturity level). COBIT mempunyai model kematangan (maturity models) untuk mengontrol proses-proses IT dengan menggunakan metode penilaian (scoring) sehingga suatu organisasi dapat menilai proses-proses IT yang dimilikinya dari skala nonexistent sampai dengan optimised (dari 0 sampai 5), yaitu: 0: Non Existen, 1: Initial, 2: Repetable, 3: Defined, 4: Managed dan 5: Optimized  (Purwanto dan Saufiah, 2010; Setiawan, 2008; Nurlina dan Cory, 2008).

sumber : https://haendra.wordpress.com/2012/06/08/pengertian-cobit/

Friday, March 17, 2017

INFORMATION TECHNOLOGY INFRASTRUCTURE LIBRARY

ITIL atau Information Technology Infrastructure Library adalah suatu rangkaian konsep dan teknik pengelolaan infrastruktur, pengembangan, serta operasiteknologi informasi (TI). ITIL diterbitkan dalam suatu rangkaian buku yang masing-masing membahas suatu topik pengelolaan TI. Nama ITIL dan IT Infrastructure Library merupakan merek dagang terdaftar dari Office of Government Commerce (OGC) Britania Raya. ITIL memberikan deskripsi detail tentang beberapa praktik TI penting dengan daftar cek, tugas, serta prosedur yang menyeluruh yang dapat disesuaikan dengan segala jenis organisasi TI.
  • Sejarah ITIL
Menurut Addy (2007, pXXXVIII), Information Technology Infrastructure Library (ITIL) pertama kali muncul pada akhir tahun 80an. Central Computer and Telecommunication Agency (CCTA) yang merupakan bagian dari departemen pemerintahan Inggris, dengan biaya IT sebesar 9 miliar pound, mendapatkan tekanan besar untuk dapat mengurangi biaya tersebut secara signifikan. CCTA memutuskan efisiensi besar merupakan salah satu cara potensial untuk mengurangi biaya tersebut. Akhirnya mereka menciptakan sebuah linkungan yang berfokus pada proses dan efisiensi untuk pengembangan sebuah kerangka kerja yang saat ini dikenal sebagaiTechnology Infrastructure Library (ITIL).
Pada tahun 90an banyak perusahaan besar dan agen pemerintahan di Eropa mulai mengadopsi kerangka kerja ITIL ini sebagai dasar dalam operasional IT. ITIL mulai menyebar secara luas dan dengan cepat menjadi standar de facto untuk manajemen layanan IT.
Pada tahun 2001, kerangka kerja ITIL versi 2 diperkenalkan. Revisi baru ini telah diperbarui dengan definisi dan terminology yang lebih modern terutama dalam pengembangan Service Delivery dan Service Support yang significant sehingga menjadi ringkas dan dapat digunakan.
  •  Tujuan ITIL
Tujuan Information Technology Infrastructure Library (ITIL) adalah untuk menyediakan petunjuk untuk praktek terbaik dalam manajemen layanan teknologi informasi. Ini mencakup pilihan yang dapat diapdopsi dan diadaptasi oleh organisasi berdasarkan kebutuhan bisnisnya, keadaan, dan kedewasaan dari penyedia layanan. (Sumber:  Anonim1)
  •  Keuntungan ITIL
Menurut Cartlidge (2007, p8), beberapa keuntungan dari ITIL, antara lain :
-          Meningkatkan kepuasan pengguna dan pelanggan terhadap layanan IT
-          Memperbaiki ketersediaan layanan, yang berpengaruh secara langsung dalam meningkatkan keuntungan dan pendapatan bisnis.
-          Menghemat keuangan, dari pengurangan kerja, kehilangan waktu
-          Memperbaiki manajemen sumber daya dan keguanaan
-          Memperbaiki pembuatan keputusan dan mengoptimalkan resiko
-          Memperbaiki waktu terhadap pasar untuk produk baru dan layanan
  • Konsep ITIL
ITIL (Information Technology Infrastructure Library) merupakan metodologi yang memberikan panduan best practice bagi IT Service Management dalam membantu menghubungkan IT dengan kebutuhan pelayanan bisnis dan juga sebaliknya. ITIL memberikan pengaruh kepada manajemen termasuk di dalamnya manajemen orang dan proses, efektifitas teknologi, serta efisiensi dan ekonomis dalam memberikan pelayanan bisnis dengan service level yang telah disetujui bersama (antara IT dengan bisnis).
Keuntungan yang diperoleh dari ITIL adalah bisnis yang lebih kompetitif diantaranya dengan meningkatnya kepuasan dan pelayanan nasabah, meningkatnya availability dan reliability dari pelayanan IT, meningkatnyaroles dan responsibilities dari organisasi IT, menghubungkan IT dengan bisnis dan bisnis dengan IT.
 

ITIL memiliki beberapa proses (OGC,2003), diantaranya :
1        The Business Perspective
Berfokus kepada pelurusan, pemahaman dan peningkatan IT yang berhubungan dengan kebutuhan  bisnis sekarang dan yang akan datang.
2        ICT Infrastructure Management
Manajemen infrastruktur ICT (Information and Communications Technology) berfokus pada kuantitas, kualitas, dan ketersediaan dari informasi yang berhubungan dengan infrastruktur. Meliputi manajemen pelayanan jaringan, manajemen operasi, manajemen dari lokal prosesor, instalasi komputer, dan manajemen sistem.
3        Planning to Implement Service Management
Merupakan permintaan proses dan fungsi yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan atau meningkatkan ketentuan pelayanan IT. Meliputi IT maturity, keuntungan dari manajemen pelayanan, peningkatan yang terus menerus yang pasti  ngerokokdihubungkan untuk mengimplementasikan proses ITIL dan fungsi Service Desk.
4        Application Management
Lifecycle dari aplikasi dan pengaruhnya terhadap implementasi, pengembangan, dukungan dan pengiriman pelayanan ICT. Manajemen aplikasi meliputi perubahan bisnis, definisi permintaan, dan implementasi dari solusi untuk menemukan kebutuhan bisnis.
5        Security Management
Merupakan bagian dari manajemen IT.
6        IT Service Management
Merupakan kumpulan dari tanggung jawab yang saling berbagi, ditambah dengan disiplin dan proses yang saling berhubungan yang memampukan perusahaan untuk menjamin, mengawasi, dan mengatur infrastruktur IT untuk memberikan kualitas dan efektifitas pelayanan agar dapat menghubungkan keperluan bisnis jangka pendek dan jangka panjang.


SUMBER :
http://farhan-agryan.blogspot.co.id/2017/03/information-technology-infrastructure.html

Pengertian Teknologi Informasi, Tujuan, Fungsi & Menurut Para Ahli

Pengertian Teknologi Informasi, Tujuan, Fungsi & Menurut Para Ahli|Secara Umum, Pengertian Teknologi Informasi adalah suatu studi perancangan, implementasi, pengembangan, dukungan atau manajemen sistem informasi berbasis komputer, terutama pada aplikasi hardware (perangkat keras) dan software (perangkat lunak komputer). Secara sederhana, Pengertian Teknologi Informasi adalah fasilitas-fasilitas yang terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak dalam mendukung dan meningkatkan kualitas informasi untuk setiap lapisan masyarakat secara cepat dan berkualitas.

Sedangkan menurut Wikipedia, bahwa pengertian teknologi Informasi (IT) adalah istilah umum tekologi untuk membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan menyebarkan informasi. Tujuan teknologi informasi adalah untuk memecahkan suatu masalah, membuka kreativitas, meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam aktivitas manusia.

Pengertian Teknologi Informasi (IT) Menurut Para Ahli

  • Haag dan Keen (1996): Pengertian teknologi informasi menurut Haag dan Keen bahwa teknologi informasi adalah seperangkat alat yang membantu anda bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi.
  • Oxford English Dictonary (OED): Pengertian teknologi informasi menurut Oxford English Dictionary adalah hardware dan software dan bisa termasuk di dalamnya jaringan dan telekomunikasi yang biasanya dalah konteks bisnis atau usaha.
  • Williams dan Sawyer (2003): Menurut williams dan sawyer, bahwa pengertian teknologi informasi adalah teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer) dengan jalur komunikasi kecepatan tinggi yang membawa data, suara, dan video.
  • Martin (1999): Menurut martin bahwa teknologi informasi merupakan teknologi yang tidak hanya pada teknologi komputer (perangkat keras dan perangkat lunak) yang akan digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi, melainkan mencaku teknologi komunikasi untuk mengirim atau menyebarluaskan informasi.

Fungsi Teknologi Informasi

Fungsi Teknologi Informasi (IT) - Ada enam fungsi Teknologi Informasi antara lain sebagai berikut...
1. Menangkap (Capture)
2. Mengolah (Processing); Mengolah/memproses data masukkan yang diterima untuk menjadi suatu informasi. Pengolahan atau pemrosesan dapat berupa pengubahan data ke bentuk lain (konversi), analisis kondisi (analisis), perhitungan (kalkulasi), penggabungan (sintetis), segalah bentuk data dan informasi.
3. Menghasilkan (Generating); Menghasilkan atau mengorganisasi informasi dengan bentuk yang berguna. Contohnya laporan, grafik, tabel dan sebagainya. 

Source : http://www.artikelsiana.com/2015/09/teknologi-informasi-pengertian-tujuan-fungsi.html

Sunday, January 22, 2017

3D TEKNOLOGI "3D PRINTING"

3D  P R I N T I N G



Menonton film 3D atau tiga dimensi (begitu kita menyebutnya) lebih seru dibandingkan menonton film 2D atau yang biasa ditayangkan di layar kaca mana pun. Saat menonton film dalam bentuk 3D, benda atau orang dalam layar kaca tersebut seakan keluar dan mau mengenai kita. Sensasinya jadi lebih menyenangkan, bahkan mungkin lebih menegangkan.
Namun tidak hanya tayangan saja yang berbentuk 3D, lukisan atau gambar pun sudah bisa dibuat dalam bentuk 3D, walau itu hanya melukis dengan menggunakan tangan! Ya, coba tanyakan saja pada temanmu yang kuliah di jurusan desain grafis dan semacamnya, mereka pasti bisa membuat sebuah gambar yang seakan-akan keluar dari kertas atau kanvas.
Teknologi 3 dimensi seakan menjadi sesuatu yang tren di dalam film atau gambar. Tapi tahukah kamu bahwa saat ini, kamu bisa mencetak gambar atau produk ke dalam 3 dimensi langsung?

Sekilas Mengenal 3D Printing

mencetak gambar langsung menjadi sebuah objek 3d
Printer atau alat percetakan, yang biasanya diketahui untuk mencetak dalam bentuk dua dimensi, sudah dikembangkan untuk bisa mencetak dalam bentuk 3D. Bahkan sebenarnya, teknologi mencetak 3D atau3D printing ini sudah ada dari beberapa dekade silam, loh!
Pada saat ini namanya adalah Additive Manufacturing (AM), yang merupakan salah satu keluarga dari teknologi manufaktur meliputi 3D printing. Definisi AM adalah membuat sebuah objek dengan menambahkan material pada objek layer demi layer. AM merupakan terminologi saat ini yang dibentuk oleh ASTM International (sebelumnya American Society for Testing and Materials). Namun melalui sejarahnya, istilah additive manufacturing berganti dengan beberapa istilah: stereolithography3-D layering3-D printing. Dalam artikel ini, kami akan menggunakan istilah 3D printing!
Penggunaan 3D printing ini awalnya dalam rapid prototyping selama akhir tahun 1980-an dan awal 1990-an. Protipe memberikan kesempatan pada pabrik untuk memeriksa desain objek lebih dekat dan bahkan mengujinya sebelum memproduksi benda akhir.
Dalam RP, desainer membuat model menggunakan software computer-aided design (CAD), lalu mesin mengikuti model software untuk menentukan bagaimana membentuk objeknya. Proses membangun objek dengan “mencetak” potongan melintangnya layer demi layer menjadi dikenal sebagai 3-D printing.
Pengembangan awal teknologi 3D printing sendiri terjadi di Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan di sebuah perusahaan bernama 3D Systems. Pada awal tahun 1990-an, MIT mengembangkan sebuah prosedur yang diberi merek dagang dengan nama 3-D Printing, yang secara resmi disingkat sebagai 3DP. Pada bulan Februari 2011, MIT telah memberikan lisensi pada enam perusahaan untuk menggunakan dan mempromosikan proses 3DP dalam produk mereka.
Sementara perusahaan 3D Systems, yang berlokasi di Rock Hill, SC, mempelopori dan menggunakan berbagai jenis pendekatan 3-D printing sejak ditemukan pada tahun 1986. Mereka tekah memberi merek dagang pada beberapa teknologi mereka, seperti stereolithography apparatus (SLA) dan selective laser sintering (SLS). Dapat dikatakan bahwa MIT dan 3D Systems menjadi pemimpin dalam bidang 3-D printing.

Jadi, bagaimana cara kerjanya?

Penasaran kan?
Apapun 3D printer-nya, proses pencetakan pada umumnya sama. Semua dimulai dengan membuat desain virtual dari objek yang ingin kamu buat.
CAD: Buat model 3D menggunakan software CAD (Computer Aided Design). Software ini dapat menyediakan beberapa petunjuk mengenai kesatian struktur yang kamu perkirakan pada produk akhir juga, menggunakan data ilmiah mengenai material tertentu untuk membuat simulasi virtual dari bagaimana objek akan bereksi dalam kondisi tertentu.
Konversikan ke STL: Konversikan gambar CAD ke dalam format STL, yang merupakan akronim dari standard tessellation language, adalah format data yang dikembangkan untuk 3D Systems pada tahun 1987 untuk digunakan oleh mesin stereolithografi apparatus (SLA) milik mereka. Kebanyakan 3D printer dapat menggunakan data STL pada tambahan untuk beberapa data paten seperti ZPR oleh Z Corporation dan ObjDF oleh Objet Geometries.
Transfer ke Mesin AM dan STL File Manipulation: Seorang pengguna menggandakan data STL ke komputer yang mengendalikan 3D printer. Di sana, pengguna dapat merancang ukuran dan orientasi untuk pencetakan. Cara ini mirip dengan bagaimana kamu mengatur keluaran 2D untuk dicetak pada dua sisi atau dalam orientasi landscape dan horizontal.
Pengaturan Mesin: Masing-masing mesin memiliki persyaratan tersendiri untuk bersiap mencetak data baru. Ini meliputi mengisi ulang polymer, binder, dan material lain yang akan digunakan printer. Ini juga mencakup menambahkan sebuah baki untuk menyediakan sebagai pondasi atau menambahkan material untuk membantu menopang sementara yang larut dalam air.
Bangun: Biarkan mesin melakukan pekerjaannya; hampir seluruh proses pembangunannya otomatis. Masing-masing layer biasanya memiliki tebal sekitar 0.1 mm, meskipun layer tersebut bisa lebih tipis atau lebih tebal. Tergantung pada ukurang objek, mesin, dan material yang digunakan, proses ini dapat memakain waktu berjam-jam atau bahkan berhari-hari untuk menyelesaikanya objek. Pastikan untuk mengecek mesin secara berkala agar tidak terjadi kesalahan.
proses pencetakan gambar atau data menjadi sebuah objek 3d
Pemisahan: Pisahkan obejk yang telah dicetak dari mesin. Pastikan untuk melakukannya dengan aman untuk menghindari kecelakaan, misalnya dengan menggunakan sarung tangan untuk melindungi tangan dari permukaan yang panas atau kimia beracun.
Postprocessing: Kebanyakan 3D printer akan membutuhkan sedikit post-processing  untuk objek yang dicetak. Ini meliputi membersihkan powder yang tersisa, atau membilas objek yang telah dicetak. Cetakan baru bisa jadi lemah saat langkah ini dilakukan karena berberapa material membutuhkan waktu untuk pulih, jadi hati-hati sangat diperlukan untuk memastikan objek tersebut tidak pecah atau ada bagian yang terjatuh.
Setelah selesai semuanya, objek 3D kamu siap digunakan!

Pemanfaatan 3D Printing di Berbagai Bidang

Digunakan di mana? Banyak, loh! Teknologi 3-D printing ini sudah digunakan dan membantu banyak bidang di masa kini. Aplikasi 3-D printing ini termasuk rapid prototypingmodel skala arsitektural dan maket, dan properti film dalam bidang hiburan.
Dalam industri kesehatan sendiri, pandangan untuk penggunaan medis dari 3-D printing berkembang sangat cepat seiring dokter spesialis mulai memanfaatkan 3D printing dalam cara yang lebih canggih. Pasien di seluruh dunia merasakan kualitas layanan yang meningkat melalui implan yang dicetak secara 3D dan prostetik yang tidak pernah dilihat sebelumnya.
3-D printing juga dapat digunakan untuk bio-printing, seiring dengan dua ribuan teknologi 3-D printing di awal telah diteliti oleh lembaga biotech dan akademikan untuk kemungkinan penggunaan dalam penerapan rekayasa jaringan organ di mana organ dan bagian tubuh dibangun menggunakan teknik inkjet. Lapisan sel yang tinggal didepositokan ke dalam sebuah medium gel dan membangun dengan pelan untuk membentuk struktur tiga dimensi.
Dalam aerospace dan industri aviasi, pertumbuhan pemanfaatan 3D printing dalam sebagian besar, dapat diperoleh dari pengembangan dalam sektor pabrik bahan tambahan metal.
Bidang otomotif, yang telah menggunakan teknologi ini dalam waktu cukup lama, mulai mengembangkan pemanfaatan teknologi3-D printing. Awalnya untuk membuat model konsep sederhana untuk menyesuaikan, pemeriksaan akhir, dan verifikasi desain. Sekarang teknologi 3-D printing digunakan untuk bagian fungsional yang digunakan pada kendaraan, mesin, dan platform uji coba.
Contoh lain penggunaan 3-D printing dapat meliputi penyusunan ulang fosil dalam paleontologi,membuat replika artefak kuno dalam arkeologimenyusun tulang dan bagian tubuh dalam patologi forensik dan mereka ulang bukti luka berat yang didapat dari investigasi tempat kejadian perkara.
Dan teknologi 3-D printing itu sendiri sedang dikembangkan untuk bisa digunakan di dalam rumah, tidak lagi menjadi teknologi khusus yang digunakan perusahaan atau pabrik. Keren bukan?
pemanfaatan 3d printing di berbagai bidang
Kehebohan teknologi 3D printing ini nampaknya sudah sampai di Indonesia. Walau belum dikenal oleh banyak orang, tapi sudah ada bisnis yang menyediakan jasa 3D printing.
Bahkan, teknologi 3D printing sendiri sudah masuk ke dalam kurikulum salah satu perguruan tinggi swasta di Indonesia. Berarti, sudah ada barisan generasi bangsa yang dipersiapkan untuk mengenal teknologi 3D printing ini lebih dalam bukan? Agar mereka dapat meyebarluaskan pemanfaat 3D printing ke dalam berbagai bidang.

Source : http://blog.halo-robotics.com/3d-printing-teknologi-ubah-desain-jadi-objek-nyata-3-dimensi/